Bagaimana Proses Terjadinya Tsunami?

Materi.ID|Proses Terjadinya Tsunami| Hai sahabat MateriID, saat ini bangsa kita sedang berduka setelah beberapa tahun yang lalu terjadi tsunami di Aceh, padang, Jogja dan daerah yang lainnya, pada tanggal 28 September 2018 juga bangsa kita di landa Tsunami di daerah Palu dan sekitarnya. Mengapa bangsa Indonesia sering terjadi tsunami? Penyebabnya yang perlu anda ketahui adalah Indonesia terletak di 3 lempeng tektonik dan berada pada cicin api pasifik (ring of fire). Tsunami adalah salah satu bencana alam yang sangat di takuti karena dapat menyebabkan banyak korban jiwa. Lalu bagaimana proses tsunami terjadi dan bagaimana cara mitigasi bencana alam ini? Mari perhatikan ulasan berikut ini.

Proses Terjadinya Tsunami

Sebelum kita membahas tentang bagaimana mekanisme terjadinya tsunami, sudah tahukah anda dari mana asal kata tsunami tersebut? Tsunami berasal dari kata Jepang yaitu tsu berarti pelabuhan dan nami berarti gelombang. Secara sederhana bahwa kata tsunami memiliki arti gelombang besar di pelabuhan. Penamaan dengan bahsa Jepang karena di negari ini sering terjadi bencana alam tersebut. Tercatat dalam sejarah Jepang sudah ada terjadi gelombang ini kurang lebih 196 kali terjadi.

Lalu apa sih penyebab utama gelombang dashyat yang menuju ke permukaan ini? Sebenarnya banyak sekali penyebabnya diantaranya gempa bumi akibat pergerakang lempeng tektonik, gempa bumi, longsor, dan metor yang jatuh ke permukaan bumi. Namun menurut wikipedia 90% penyebab tsunami adalah gempa bumi. Ada sih beberapa contoh tsunami yang terjadi akibat gunung api contohnya meletusnya gunung krakatau.

Secara sederhana gempa bumi yang menyebabkan terjadinya tsunami terjadi karena dua lempeng tektonik bergerak mendekati satu sama lain. Pertemuan kedua lempeng ini mengakibatkan permukaan dasar laut naik atau turun (lihat pada Gambar). Karena adanya gempa bumi ini, kesimbangan air di atasnya tergangu dan terjadilah aliran energi yang ketika sampai di pantai aliran air ini menjadi gelombang yang besar.

proses terjadinya tsunami

Jika kita mempelajari tsunami, maka anda juga secara tidak langsung belajar tentang fisika. Ada beberapa besaran fisika dalam gelombang tsunami.

Gelombang Tsunami

Beberapa besaran tersebut adalah sebagai berikut Wavelength atau yang dikenal dengan panjang gelombang, aplitudo yaitu simpangan terjauh, peridoe yaitu waktu yang diperlukan untuk terjadinya satu kali gelombang serta kecepatan gelombang. Kecepatan gelombang tsunami dapat diukur yaitu akar dari perkalian kedalaman( D) dan percepatan gravitasi (g) . Berikut ini beberapa contoh dari kedalam dan kecepatan gelombang serta panjang gelombang yang dihasilkan berdasarkan kedalaman terjadinya gempa.

Tidak semua gempa akan menghasilkan tsunami, ada 3 jenis gempa yang terjadi di laut yang berpotensi terjadinya tsunami. Gempa yang menyebabkan tsunami tersebut adalah sebagai berikut

  • Gempa bumi yang berpusat di tengah laut dan dangkal (0 – 30 km)
  • Gempa bumi dengan kekuatan sekurang-kurangnya 6,5 Skala Richter
  • Gempa bumi dengan pola sesar naik atau sesar turun

Lalu bagaimana mengetahui tsunami akan terjadi? Pengetahuan ini sangat perlu anda ketahui ketika anda tinggal di pesisir pantai. Ada beberapa tanda terjadinya tsunami diantaranya

  • Adanya gempa
  • Air di pantai tiba-tiba surut dan menuju ke laut
  • Terdengar suara gemuruh
  • terdapat peringat dini dari BMKG

Jika anda mengetahui tanda-tanda tersebut maka anda harus berpindah ke tempat yang lebih tinggi. Carilah bukit atau daerah yang memiliki ketinggian yang cukup seperti gedung yang memiliki ketinggian yang cukup. Ajaklah saudara dan teman-teman anda jika mengetahui peringatan dini potensi tsunami ini.

Refrensi

  • https://en.wikipedia.org/wiki/Tsunami
  • http://www.bom.gov.au/tsunami/info/index.shtml
  • https://windows2universe.org/?page=/earth/tsunami2.html (gambar b)
  • https://windows2universe.org/earth/tsunami1.html (gambar a)

Leave a Reply