Bunyi Hukum Ohm: Pengertian, Bunyi dan Rumus

Materi.id|Bunyi Hukum Ohm adalah salah satu hukum yang harus dipelajari dan dipahami oleh anda jika anda terjun kedalam dunia elektronika. Hukum Ohm dipelajari baik di SMA dan SMK materi fisika. Hukum Ohm pertama kali diperkenalkan oleh Simon Ohm dalam paper ilmiah dia yang dimuat dalam jurnal yang berjudul “The Galvanic Circuit Investigated Mathematically” pada tahun 1827. Hukum Ohm sangat kita gunakan dalam memahami rangkaian listrik baik seri dan paralel. Hukum Ohm merupakan hubungan antara hambatan, potensial listrik dan kuat arus dalam sebuah rangkain. Lalu bagaimana bunyi hukum ohm ini?

 

Bunyi Hukum Ohm

Pada dasarnya Bunyi hukum Ohm adalah besarnya hambatan r dalam sebuah kawat penghantar dalam rangkaian berbanding lurus dengan besar beda potensial dan berbanding terbalik dengan besar kuat arus dari kawat penghantar tersebut. Berdasarkan bunyi hukum ohm ini kita dapat menyimpulkan secara sederhana bahwa semakin besar dari beda potensial listrik pada rangkaian tersebut maka kuat arus listrik yang mengalir pada rangkaian tersebut.

Rumus Hukum Ohm

Secara matematis, rumus atau persamaan hukum ohm ini adalah sebagai berikut:

Bunyi dan Rumus hukum ohm

Bunyi dan Rumus hukum ohm

V = I . R
Keterangan
V = Beda potensial atau tegangan (Volt/V)
I  = Kuat arus listrik ( Ampere /A)
R = Hambatan Listrik (Ohm)

Untuk memudahkan mengingat dan mencari rumus yang lain, saya masukkan kedalam bentuk segitiga. Jika kita akan mencari persamaan R maka kita akan mengingatnya V di atas dan I di bawah maka persamaannya

R = V/I

Selain persamaan di atas, ada beberapa faktor juga yang mempengaruhi besar hambatan sebuah kawat penghantar. Tiga faktor yang mempengaruhi nilai dari sebuah hambatan yaitu panjang, luas dan jenis bahan dari kawat penghantar tersebut. Hambatan berbading lurus dengan panjang kawat penghantar, semakin panjang maka semakin besar hambatan suatu benda. Hambatan juga berbading terbalik dengan luas penampang benda, semakin luas penampangnya maka semakin kecil hambatannya. Perhatikan persamaan ini:Rumus Hambatan Listrik

Bagaimana mudah bukan? Lalu bagaimana dengan kuat arus, Kuat arus adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir tiap waktu.

Rumus arus listrik

Dasar hukum ohm inilah yang digunakan teknisi listrik dan elektronika untuk memanipulasi bagaimana caranya memperbesar ataupun memperkecil arus listrik yang mengalir dalam sebuah kawat penghantar. Berikut ini contoh soal hukum ohm dan penerapan dari bunyi hukum ohm tersebut.

Contoh soal Hukum Ohm

Contoh 1

  1. Sebuah teknisi akan memasang sebuah rangkaian listrik di rumah. Jika potensial listrik yang digunakan adalah 220 Volt dan besar hambatan yang terjadi adalah 22 ohm. Tentukan besar arus listrik yang mengalir pada rangkaian tersebut!
    Diketahui
    V = 220 Volt
    R = 22 Ohm
    Ditanya I ?
    Jawab:
    Contoh soal hukum ohm

    I = 10 A
  2. Jika hambatan (R) dalam Potensiometer diatur menjadi 500 Ohm, kuat arus dalam rangkaian yang mengalir adalah  10mA. Berapakah Tegangannya (V) ?
    Diketahui
    R = 500 ohm
    I = 10 mA = 0,01 A
    Ditanya V ?
    Jawab
    V = I . R
    V = 0,01 . 500 = 5 V

Demikianlah ulasan lengkap mengenai hukum ohm dan disertai dengan contoh soalnya, semoga bermanfaat ya jangan lupa bagikan kepada yang lainnya.

Leave a Reply