Cara Membaca dan Menggunakan Jangka Sorong

Materi.id| Halo sahabat MateriID, kali ini kami akan membahas bagaimana cara membaca dan menggunakan jangka sorong? Materi penggunaan jangka sorong akan kalian temui di kelas X semester 1 pada bab besaran dan satuan tentunya pada subbab alat ukur. Sebelum membahasnya lebih jauh tentang penggunaan jangka sorong, sahabat sudah mengetahui belum apa itu jangka sorong? Jangka sorong merupakan alat ukur panjang yang terdiri atas skala utama, skala nonius, rahang pengatur garis tengah dalam, rahang pengatur garis tengah luar, dan pengukur kedalaman.  Jangka sorong adalah alat ukur untuk besaran pokok panjang. Pernahkah kalian melihat peralatan otomotif bapak kalian? Alat ini mirip sekali dengan kunci inggris ya bentuknya. Silahkan anda perhatikan gambar di bawah ini:

Bagian-Bagian Jangka Sorong

Rahang pengatur garis tengah dalam dapat digunakan untuk mengukur diameter bagian dalam sebuah benda. Adapun rahang pengatur garis tengah bagian luar dapat digunakan untuk mengukur diameter bagian luar sebuah benda. Jadi, jangka sorong bisa anda gunakan untuk mengukur diamter luar, diamter dalam serta kedalaman sebuah benda.

Dari gambar diatas kita bisa mengamati bahwa jangka sorong terdiri dari rahang tetap dan ragang geser. Rahang tetap dan geser ada yang di atas dan di bawah. Tentunya berdasarkan namanya, rahang geser dapat digeser ke kanan sesuai dengan kebutuhan, sedangkkan rahan tetap tidak bergeser.

Jika anda mengamati lebih teliti, anda akan menemukan di dalam jangka sorong terdapat 2 skala. Skala utama pada rahang tetap dan skala nonius (vernier) di rahang gesernya. Nama vernier diambilkan dari nama penemu jangka
sorong yaitu Pierre Vernier, seorang ahli teknik berkebangsaan Prancis. Skala utama memiliki skala dalam satuan cm dan mm sedangkan skala pada nonius memiliki panjang 9 mm yang dibagi menjadi 10 skala.  Ada yang 10 skala ada juga skala nonius yang terdiri 20 skala. Skala nonius merupakan skala yang menentukan ketelitian pengukuran. Skala ini dirancang dengan panjang 19 mm tetapi tetap 20 skala. Sehingga setiap skala nonius akan mengalami pengecilan sebesar (20-19) : 20 = 0,05 mm jika skala nonius memiliki jumlah skala 20. Para sahabat MateriID harus memahami bagian-bagian ini, karena akan memudahkan anda bagaimana cara menggunakan dan membaca jangka sorong nantinya.

Fungsi Jangka Sorong

Secara umum jangka sorong memiliki tiga fungsi utama, berikut ini ketiga fungsi tersebut

  1. Jangka sorong berfungsi mengukur panjang suatu benda dengan ketelitian sampai 0,1 mm. Fungsi yang pertama ini juga bisa digunakan untuk mengukur diamter luar sebuah benda misalnya pipa ataupun lainnya
  2. Rahang tetap dan rahang geser atas bisa digunakan untuk mengukur diameter benda yang cukup kecil seperti cincin, pipa, dll.
  3. Tangkai ukur di bagian bawah berfungsi untuk mengukur kedalaman seperti kedalaman tabung, lubang kecil, atau perbedaan tinggi yang kecil.

Perlu sahabat pahami bahwa Hasil pengukuran dengan jangka sorong akan memuat angka pasti dari skala utama dan angka taksiran dari skala nonius yang segaris dengan skala utama. Penjumlahan dari keduannya merupakan angka penting. Coba perhatikan gambar dibawah ini untuk memahami cara pembacaan alat ini

Cara Membaca dan Menggunakan Skala Jangka Sorong

Secara umum terdapat tiga tahapan dalam menggunakan dan membaca jangka sorong. Berikut ini cara yan dapat anda lakukan

  1. Pertama Awal persiapan yaitu proses kalibrasi apakah jangka sorong sudah siap dan sesuai, caranya kendurkan baut pengunci dan geser rahang geser, pastikan rahang geser bekerja dengan baik. Anda harus mengecek ketika rahang tertutup harus menunjukkan angka nol. Jika tidak menunjukkan angka nol anda bisa mensettingnya.
  2. Langkah kedua cara menggunakan jangka sorong selanjutnya adalah membersihkan permukaan benda dan permukaan rahang agar tidak ada benda yang menempel yang bisa sebabkan kesalahan pengukuran. Pastikan kondisi rahang bersih sebelum digunakan
  3. Tutup rahang hingga mengapit benda yang diukur. Pastikan posisi benda sesuai dengan pengukuran yang ingin diambil. Lalu tinggal membaca skalanya. Langkah ini digunakan untuk mengukur diamter dalam dan luar sebuah benda. Jika mengukur kedalaman, maka geser pengukur kedalam hingga ke dasar sebuah benda yang akan diukur.

Pada contoh pengukuran diatas, coba anda perhatikan sekala utama sebelum skala nol nonius. Skala utama tersebut menunjukan angka 4,7 cm. Perhatikan juga skala nonius yang berdekatan atau berhimpit dengan salah satu skala utamanya. Angka yang berdekatan pada skala nonius dengan skala utama adalah angka 4 dan itu artinya nilainya adalah 0,4 mm.

Cara menghitung :

4,7 cm + 0,4 mm = 4,74 cm
Dalam menjumlahkan kita harus menyamakan satuannya terlebih dahulu, caranya di konversi ke dalam mm semua atau cm semua. contoh dikonfersikan dahulu ke satuan mm. 4,7 cm = 47 mm. Kemudian 47 mm + 0,4 mm = 47,4 mm.
Nah nilai 47,4 mm = 4,74 cm.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai pengggunaan dan pembacaan skala jangka sorong, fungsi dan kegunaan jangka sorong. Semoga bermanfaat ya dan jangan lupa bagikan kepada yang lainnya, supaya mereka juga memahami lebih lagi.

Add Comment