Keselamatan Kerja di Laboratorium

Materi.id- Keselamatan kerja di laboratorium| Halo sahabat MateriID, kali ini kita akan membahas bagaimana prosedur keselamatan kerja di laboratorium? Pengetahuan ini sangat penting dimiliki oleh kita semua. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan ada banyak sekali zat-zat yang berbahaya di laboratorium dan kita harus mengetahui bagaimana standar oprasionalnya sehingga ketika kita menggunakan laboratorium tidak ada kenda satu pun.

Apa itu keselamatan kerja?

Sebelum membahas tentang keselamatan kerja di laboratorium, sudah kah kalian mengetahui apa itu keselamatan kerja? Menurut wikipedia keselamatan adalah suatu keadaaan yang aman dari berbagai faktor baik fisik, emosional, psikologis dan lainnya. Jadi keselamatan kerja adalah keadaan aman dari berbagai faktor ketika menggunakan bahan atau alat di laboratorium.

Tugas dan Tanggung Jawab Manajer Laboratorium

Tugas dan tanggung jawab seorang manajer laboratorium atau pimpinan laboratorium adalah memastikan semua elemen dalam keadaan aman dan memastikan semua pengguna menaati aturan yang berlaku. Sungguh berat tugas dari pimpinan lab, mengapa? karena pimpinan laboratorium bertanggung jawab untuk mendorong budaya  keselamatan dan keamanan di dalam laboratorium, sehingga lingkungan itu menjadi tempat yang aman untuk mengajar, belajar, dan bekerja.

10 Tanggung Jawab Pimpinan/ Manajer Laboratorium

Lalu apa saja sih tanggung jawab dari pimpinan laboratorium itu sendiri? Berikut ini setidaknya ada 10 tanggung jawab dari pemimpin lab diantaranya:

  1. Yang pertama adalah sebagai pemimpin anda harus menentukan harapan keselamatan dan keamanan termasuk keselamatan dan keamanan dalam penilaian kinerja;
  2. Anda harus memiliki dan menyusun rencana penanganan keadaan darurat, Misalnya jika terjadi keadaan darurat seperti terjadi kebakaran, mati listrik, banjir, dan bencana yang melanda masyarakat luas;
  3. Anda harus memiliki kemampuan untuk mengatur tingkat keamanan laboratorium yang sesuai,
    termasuk meninjau dan menyetujui suatu tugas pekerjaan yang menggunakan bahan kimia penting (COC, Chemicals of Concern);
  4. Anda harus menentukan prosedur untuk menyimpan, menangani, dan bekerja dengan bahan kimia di laboratorium dengan selamat dan aman berdasarkan risiko dan bahaya;
  5. Pastinya anda harus memastikan pegawai laboratorium mendapat pelatihan keselamatan dan keamanan kimia secara umum, terutama cara bekerja dengan COC secara aman, sehingga setiap pegawai nantinya dapat membimbing atau mengatur pengguna laboratorium
  6. Memberikan pelatihan khusus sesuai keperluan, termasuk mengembangkan dan meninjau prosedur pengoperasian standar;
  7. memberi pegawai laboratorium peralatan kontrol teknik dan peralatan perlindungan diri (PPE, personal protective equipment) yang diperlukan untuk bekerja dengan selamat dan aman;
  8. Mengembangkan program untuk memastikan pembuangan bahan kimia secara aman dan bertanggung jawab terhadap lingkungan;
  9. Mematuhi semua peraturan lembaga, setempat, nasional, dan internasional untuk mengangkut bahan kimia;
  10. Mempertimbangkan cara mengenali dan menghargai mereka yang mematuhi praktik terbaik dalam menangani dan bekerja dengan bahan kimia, dan menyediakan alat untuk penegakan praktik tersebut jika pegawai laboratorium melanggar sistem

Mengevaluasi keamanan dan keselamatan Laboratorium

Tentu anda akan sepakat dengan kami bahwa menyiapkan laboratorium yang selamat dan aman dimulai
dengan evaluasi menyeluruh terhadap praktik manajemen bahan kimia dan fasilitas fisik tempat penyimpanan dan penggunaan bahan kimia. Jika kita sudah menyediakan laboratorium yang aman maka para pengguna sudah merasakan keamanan dan tentunya setiap proses penggunaan lab akan berlangsung dengan baik.

Dengan melakukan evaluasi terhadap manajemen lab baik dari bahan, alat ataupun tempat penyimpanan maka akan diperoleh informasi penting untuk mengelola laboratorium dan untuk memprioritaskan upaya untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan.

Berikut ini ada beberapa aspek pengoperasian laboratorium yang harus diperiksa secara teratur diantaranya sebagai berikut:

  1. Tentunya kebersihan dan kerapian laboratorium harus di evaluasi setiap hari untuk menciptakan suasana yang nyaman dan aman;
  2. Memeriksa apakah peralatan dan perencanaan keadaan darurat masih berfungsi dengan baik;
  3. tanda, label, rencana, dan pemasangan;
  4. penyimpanan bahan kimia dan limbah;
  5. gas dan kriogenika mampat;
  6. sistem tekanan dan vakum;
  7. tudung dan ventilasi kimia;
  8. rencana keamanan yang ada; dan
  9. pelatihan dan kesadaran pegawai laboratorium.

Setelah beberapa tahapan di atas sudah dimiliki baik oleh pengelola laboratorium ataupun kondisi laboratoiumnya maka ini adalah modal yang baik untuk menciptakan keselamatan kerja di laboratorium. Prosedur keselamatan kerja di laboratorium sangat penting dan perlu diperhatikan. Dikarenakan untuk mengurangi angka resiko kecelakaan di laboratorium.

Syarat Laboratorium yang Baik Bagi Keselamatan Kerja

Kondisi Ruangan

Syarat laboratorium yang baik salah satunya adalah kondisi ruangan. Ruangan lab harus sesuai dengan kapasitas yang baik. Memiliki sirkulasi udara yang bagus serta tata ruang baik untuk pengguna ataupun penyimpanan alat dan bahan tertata rapi. Laboratorium juga harus memiliki jalur evakuasi yang dapat di akses dengan mudah oleh semua pengguna laboratorium. Memiliki no darurat yang dapat dihubungi misalnya nomer pemadam kebakaran, petugas medis, ambulan dan sebagainya.

Alat Keselamatan Kerja

Dalam menjamin keselamatan kerja pengguna di laboratorium maka di ruangan laboratorium harus sudah tersedia alat keselamatan kerja sehingga jika terjadi keadaan darurat maka permasalahan itu dapat diselesaikan dengan cepat dan aman. Berikut adalah alat-alat keselamatan kerja yang ada di laboratorium yang harus tersedia dan mudah dijangkau letaknya oleh pengguna laboratorium.

  1. Pemadam kebakaran (hidrant)
  2. Eye washer
  3. Water shower
  4. Kotak P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan)
  5. Jas Laboratorium
  6. Peralatan pembersih
  7. Obat-obatan
  8. Kapas
  9. Plaster pembalut
  10. Telpon

Terdapat Simbol atau Lambang Bahan atau alat

Laboratorium yang baik harus menyediakan simbol dan keterangan untuk beberapa bahan sehingga pengguna mengetahui bahan apa yang digunakan serta berbahaya atau tidak. Berikut ini beberapa simbol yang dapat dipakai di dalam laboratorium supaya tercipta keselamatan kerja penggunanya.

simbol bahan kimia dan artinya

Berikut adalah penjelasan simbol-simbol tersebut.

  1. Animal hazard adalah hewan yang berbahaya. Biasanya hewan tersebut sudah terkontaminasi atau telah disuntik bermacam-macam zat hasil eksperimen atau dapat menggigit dan mencakar Anda sehingga berbahaya bagi anda.
  2. Sharp instrument hazard artinya bahwa alat tersebut adalah benda tajam. Benda itu jika tidak digunakan dengan benar maka dapat melukai Anda.
  3. Heat hazard adalah bahaya yang berasal dari benda yang panas. Tangan Anda akan kepanasan jika menyentuh benda tersebut dalam keadaan aktif atau menyala.
  4. Glassware hazard adalah bahaya yang berasal dari benda yang mudah pecah. BIasanya berupa gelas kimia.
  5. Chemical hazard adalah bahaya yang berasal dari bahan kimia. Bisa saja bahan kimia itu dapat membuat kulit kita gatal dan iritasi.
  6. Electrical hazard adalah bahaya yang berasal dari benda-benda yang mengeluarkan listrik. Hati-hati dalam menggunakannya supaya tidak tersengat listrik.
  7. Eye & face hazard adalah bahaya yang berasal dari benda-benda yang dapat membuat iritasi pada mata dan wajah. Gunakan masker atau pelindung wajah sebelum menggunakan bahan tersebut.
  8. Fire hazard adalah bahaya yang berasal dari benda yang mudah terbakar. Contohnya adalah kerosin (minyak tanah) dan spiritus.
  9. Biohazard adalah bahaya yang berasal dari bahan biologis. Bahan tersebut bisa dapat menyebabkan penyakit mematikan seperti AIDS. Contohnya adalah tempat pembuangan jarum suntik.
  10. Laser radiation hazard adalah bahaya yang berasal dari sinar laser.
  11. Radioactive hazard adalah bahaya yang berasal dari benda radioaktif. Benda ini dapat mengeluarkan radiasi dan jika terpapar terlalu lama maka akan menyebabkan kanker.
  12. Explosive hazard adalah bahaya yang berasal dari benda yang mudah meledak. Jauhkan benda tersebut dari api.

Tata Tertib Keselamatan Kerja

Setelah anda memiliki pemahaman terhadap arti simbol yang terdapat di dalam laboratorium, maka langkah terakhir supaya terciptanya keselamatan kerja di laboratorium adalah menaati tata tertib yang berlaku. Berikut ini contoh tata tertib keselamatan kerja di laboratorium

Aturan umum dalam tata tertib keselamatan kerja adalah sebagai berikut:

  1. Orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk ke laboratorium. Hal ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
  2. Anda dilarang mengambil atau membawa keluar alat-alat serta bahan dalam laboratorium tanpa seizin petugas laboratorium.
  3.  Semua pengguna Laboratorium wajib menggubakan jas laboratorium saat bekerja di laboratorium
  4. Anda harus menggunakan alat dan bahan laboratorium sesuai dengan petunjuk praktikum yang diberikan.
  5. Jangan melakukan eksperimen sebelum mengetahui informasi mengenai bahaya bahan kimia, alat-alat, dan cara pemakaiannya.
  6. Bertanyalah jika Anda merasa ragu atau tidak mengerti saat melakukan percobaan.
  7. Mengenali semua jenis peralatan keselamatan kerja dan letaknya untuk memudahkan pertolongan saat terjadi kecelakaan kerja.
  8. Harus mengetahui cara pemakaian alat darurat seperti pemadam kebakaran, eye shower, respirator, dan alat keselamatan kerja yang lainnya.
  9. Jika terjadi kerusakan atau kecelakaan, sebaiknya segera melaporkannya ke petugas laboratorium.
  10. Berhati-hatilah bila bekerja dengan asam kuat reagen korosif, reagen-reagen yang volatil dan mudah terbakar.
  11. Setiap pekerja di laboratorium harus mengetahui cara memberi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).
  12. Buanglah sampah pada tempatnya.
  13. Usahakan untuk tidak sendirian di ruang laboratorium. Supaya bila terjadi kecelakaan dapat dibantu dengan segera.
  14. Jangan bermain-main di dalam ruangan laboratorium.
  15. Lakukan latihan keselamatan kerja secara periodik.
  16. Dilarang merokok, makan, dan minum di laboratorium.

Demikianlah jabaran singkat tentangg bagaimana prosedur keselamatan kerja di laboratorium. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Jangan lupa share di media sosial anda ya. Jika ada pertanyaan bisa anda ajukan di halaman atau menu forum atau bertanya loh. Tentunya anda harus daftar terlebih dahulu.

Leave a Reply