Klasifikasi Protozoa: Ciri-ciri, Reproduksi dan Klasifikasinya

Materi.id|Klasifikasi Protozoa| Halo Sobat materiID kali ini kita akan membahan tentang apa itu protozoa? Apa saja klasifikasi protozoa? Bagaimana ciri-cirinya serta bagaimana cara berkembangbiak atau bereproduksi protozoa itu sendiri? Sebelumnya kita sudah mengenal pada bagian sebelumnya cara reproduksi virus, apakah reproduksi virus akan sama dengan reproduksi dari protozoa? Namun sebelum kita membahas lebih jauh mengenai klasifikasi protozoa dan cara bereproduksinya, apakah kalian sudah mengenal apa itu protozoa dan bagaimana ciri-ciri dari protozoa itu sendiri? Jika belum, alangkah baiknya anda simak penjelasan singkat berikut ini ya.

Apa itu Protozoa dan Ciri-ciri Protozoa?

Banyak ahli mendefinisikan apa itu dan pengertian dari protozoa itu senderi. Jika menurut wikipedia bahwa Kata protozoa berasal dari bahasa Yunani yang memiliki makna protista yang mirip hewan yaitu arti katanya proto pertama dan zoa yang berarti hewan. Protozoa merupakan protista yang mirip hewan.

Secara umum organismi dari protozoa tidak berbahaya bagi manusia. Protozoa yang berbahaya bagi manusia contohnya sporozoa yaitu plasmodium yakni penyebab penyakit malaria. Protozoa merupakan organisme  uniseluler  atau yang dikenal dengan organisme bersel satu serta mempunyai sifat eukariotik yang memiliki artia bahwa protozoa juga tidak mempunyai bagian dinding sel, bersifat heterotrof (tidak bisa membuat makanan sendiri) serta melakukan pergerakan (bisa disebut dengan motil).

Habitat Protozoa

Protozoa yang merupakan organisme bersel satu (uniseluler) memiliki tempat untuk bertahan hidup atau yang dikenal dengan habitat yaitu tempat yang memiliki kadar kelembaban tinggi. Tentunya anda bisa pastikan bawha tempat hidup Protozoa di air atau setidaknya di tempat yang basah. Mereka umumnya hidup bebas dan terdapat di lautan, lingkungan air tawar, atau daratan. Namun ada beberapa dari jenis protozoa bersifat parasit yaitu tinggal di sel inang atau organisme lainnya.

Ciri-Ciri Protozoa

Sebelum kita membahas klasifikasi protozoa, kita akan membahas terlebih dahulu ciri-ciri dari protozoa. Protozoa adalah mikroorganisme bersel satu merupakan bagian dari Kingdom Protista. Ciri-ciri umum dari protozoa adalah sebagai berikut:

  • Habitat dari protozoa adalah tepat yang lembab dan beberapa di dalam organisme lainnya sebagai parasit
  • Protozoa merupakan organisme uniseluler yaitu organisme bersel satu. Jadi seluruh aktifitas sel dan hidupnya dilakukan oleh sel itu sendiri dengan menggunakan organel-organel antara lain membran plasma, sitoplasma, dan mitokondria
  • Umumnya Protozoa tidak dapat membuat makanan sendiri (atau bersifat heterotrof) dan mendapatkan makanan dengan cara mengabsorbsi melekul organik yang terjadi secara intrasel
  • Dapat bergerak bebas karena terdapat alat gerak. Alat gerak nya berupa Alat gerak berupa pseudopodia, silia, atau flagela
  • Pernapasan protozoa berlangsung secara difusi

Secara umum protozoa memiliki ciri-ciri di atas, lalu bagaimana dengan bentuknya? Berikut ini adalah contoh dari protozoa yang mirip hewan diantaranya adalah paramecium dan amoeba

Ciri-Ciri Protozoa

Bagaimana cara Berkembang biak atau Reproduksi Protozoa?

Lalu bagaimana cara reproduksi atau cara memperbanyak diri pada organisme bersel satu ini? Ada dua cara yang digunakan protozoa dalam berreproduksi diantaranya  secara Aseksual (Vegetatif) dan secara seksual (Generatif).  Perhatikan penjelasan reproduksi protozoa sebagai berikut:

Reproduksi Protozoa secara Aseksual (Vegetatif)

Secara umum, sebagian besar dari protozoa berkembang biak secara aseksual yaitu secara vegetatif. Pada berkembang biak secara aseksual, terdapat dua cara protozoa dalam berreproduksi diri diantaranya sebagai berikut:

  • pembelahan mitosis (biner) pada cara berkembang biak secara aseksual adalah pembelahan yang diawali dengan pembelahan inti kemudian diikuti pembelahan sitoplasma, dan pada akhirnya akan menghasilkan 2 sel baru. Contoh dari protozoa yang bereproduksi dengan cara Pembelahan biner adalah Amoeba, Paramaecium, dan Auglena. Pada Paramaecium, pembelahan biner terjadai secara membujur atau memanjang setelah terlebih dahulu melakukan konjugasi. Berbeda dengan paramecium, pada Auglena membelah secara membujur atau memanjang (longitudinal)
  •  Cara yang kedua adalah menggunakan Spora, Perkembangbiakan aseksual contohnya pada kelas Sporozoa (Apicomplexa) dengan membentuk spora melalui proses sporulasi di dalam tubuh nyamuk anopheles. Spora yang dihasilkan kemudian disebut sporozoid

Reproduksi Protozoa secara Seksual

Perkembangbiakan secara seksual pada Protozoa dengan cara :
  • Konjugasi. Cara konjugasi yang merupakan penyatuan fisik sementara antara dua individu yang dibarengi dengan pertukaran bahan nucleus, hanya dijumpai pada siliata. Peleburan inti sel pada organisme yang belum jelas alat kelaminnya.Pada Paramaecium mikronukleus yang sudah dipertukarkan akan melebur dengan makro nukleus, proses ini disebut singami.
  • Peleburan gamet Sporozoa (Apicomplexa) telah dapat menghasilkan gamet jantan dan gamet betina. Peleburan gamet ini berlangsung di dalam tubuh nyamuk. 

Klasifikasi Protozoa

Dalam mengelompokkan protozoa atau klasifikasi protozoa di dasarkan pada phylumnya. Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa protozoa dapat bergerak karena memiliki alat gerak. Menurut beberapa ahli, protozoa dibagi menjadi enam phylum atau filum diantaranya Rhizopoda, Actinopoda, Foraminifera, Apicomplexa, zoomastigophora dan ciliopora. Berikut ini penjelas dari filum-filum tersebut:

Filum Rhizopoda (Sarcodina)

Rhizopoda adalah kelas atau filum pertama pada klasifikasi protozoa. Ciri yang khas pada Rhizopoda adalah alat geraknya berupa kaki semu atau yang dikenal dengan pseudopodia. Menurut arti katanya Rhizopoda berasal dari kata rhizo yang berarti akar dan podos yang berarti kaki. Anda pasti belum mengetahuinya bukan bagaimana terbentuknya kaki semu pada rhizopoda? Kaki semu pada kelas Rhizopoda  terbentuk karena adanya aliran sitoplasma, sebagai akibat perubahan sitoplasma dari fase padat (sol) ke fase kental (gel). Gerak yang ditimbulkannya disebut gerak amoeboid.

Selain menjadi alat geraknya, perlu anda pahami bahwa kaki semu atau pseudopia ini juga memiliki fungsi lain yaitu sebagai penangkap makanan. Proses ini disebut dengan fagositosis. Contohnya adalah sebagai berikut ini:
Ciri-ciri RhizopodaKlasifikasi ProtozoaCiri-ciri Rhizopoda

Filum Actinopoda

Berdasarkan arti katanya, Actinopoda memiliki makna kaki yang memancar. Sebagian besar dari filum actinopoda adalah plankton. Actinopoda dapat ditemukan di air tawar contohnya Helioza dan air laut contohnya Radioza.

Filum Foraminifera

Foraminifera memiliki arti lubang yaitu berasal dari kata foramen. Habitat dari foraminifera adalah hidup didalam laut. Ciri khusus pada kelas ini adalah tubuh dari organisme ini di lingungi kerangka luar yang tersusun dari kalsium karbonat.

Filum Apicomplexa (sporozoa)

Bisa dikatakan bahwa seluruh dari anggota filum ini adalah hidup di dalam sel inang atau yang dikenal dengan parasit. Anggota dari sporozoa adalah satu-satunya angota protozoa yang tidak memiliki alat gerak loh. Perlu diperhatikan bahwa organisme ini dapat berbahaya bagi manusia diantaranya yang berbahaya adalah Plasmodium.

Plasmodium adalah sporozoa yang terkenal. Plasmodium bisa masuk kedalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Ada banyak jenis dari plasmodium itu, salah satunya adalah plasmodium vivax. Berikut ini daur hidup plasmodium dalam tubuh manusia.

Daur Hidup Plasmodium

Filum Zoomastigophora atau ZooFlagelata

Flagelata bergerak menggunakan bulu cambuk atau yang dikenal dengan flagela. Merupakan organisme tidak bisa menghasilkan makanan sendiri. Flagelata mendapatkan makanan melalui proses fagositosis yaitu memasukkan makanan dari luar tubuhnya. Pada protozoa kelas zoomastigophora adalah kelas yang berbahaya bagi manusia bahkan bukan hanya manusia pada hewan juga. Beberapa flagelata menghasilkan penyakit tidur, penyakit kelamin pada wanita dan pria, serta penyakit saluran kelamin pria.

Ciliata

Ciliata atau rambut getar merupakan penjuluran membran sel membentuk seperti rambut – rambut sel di seluruh permukaan sel anggota ciliata. Ciliata atau phylum Ciliophora ini hidup bebas di perairan memiliki bentuk tubuh tetap karena tubuhnya  mengandung pelikel selaput keras yang tersusun atas protein. Hal inilah yang menyebabkan tubuh dari jenis protozoa satu ini tetap.

Demikianlah pengertian dari protozoa, ciri-ciri protozoa,habitat serta klasifikasi protozoa. Pada dasarnya jika klasifikasi protozoa berdasarkan alatgeraknya maka protozoa dibagi menjadi empat yaitu Rhizopoda yang memiliki alat gerak kaki semu atau yang dikenal dengan pseudopia, Flagelata alat geraknya dinamakan bulu cambuk atau flagel, Ciliata bergerak dengan rambut getar dan yang terakhir adalah Sporozoa satu-satunya protozoa yang tidak memiliki alat gerak.

Leave a Reply