Materi Alat-Alat Optik Fisika

Materi.id-Materi Alat-alat Optik Fisika| Hai sahabat MateriID, kali ini kita akan membahas materi fisika kelas 10 di semester 2 yaitu Alat-alat Optik. Jika kalian belum mengetahui materi apa saja yang akan kalian temui di semester 2 ini silahkan anda baca juga artikel yang sudah kami jelaskan sebelumnya.

Baca Juga ” Materi Kelas 10 Semester 2

Di bab alat-alat optik atau dibeberapa buku cetak menuliskan judulnya sebagai prinsip kerja alat optik akan mempelajari beberapa alat diantaranya mata, lup, kamera, mikroskop, teropong, periskop, proyektor dan sebagainya. Di SMP kalian sudah mempelajari materi tentang cahaya, dan perambatannya. Bagaimana cahaya itu dapat dipantulkan dan dibiaskan. Pada pembahasan kita kali ini akan membahas materi yang bekerja berdasarkan prinsip pembiasan dan pemantulan cahaya.

Prinsip Kerja Alat-Alat Optik

Mata

Pembahasan yang akan kita mulai adalah mata. Mata adalah salah satu alat indra yang dimiliki oleh manusia sebagai alat penglihatan. Secara sederhana prinsip kerja mata adalah dengan cara menerima, memfokuskan,
dan mentransmisikan cahaya melalui lensa untuk menghasilkan bayangan objek yang dilihatnya. Sebelum membahasnya lebih jauh bagaimana cara kerja dan fungsinya, perhatikan gambar dibawah ini untuk lebih memahami bagian-bagain dari mata

Fungsi Bagian-bagian mata

Bagian-bagian Mata

Bagian-bagian Mata

Mata memiliki bagian-bagian yang penting. Berikut ini fungsi dari bagian-bagian mata

  1. Kornea.
    Kornea merupakan bagian luar mata yang tipis, lunak, dan transparan. Kornea berfungsi menerima dan meneruskan cahaya yang masuk pada mata, serta melindungi bagian mata yang sensitif di bawahnya.
  2. Pupil.
    Pupil merupakan celah sempit berbentuk lingkaran dan berfungsi agar cahaya dapat masuk ke dalam mata.
  3. Iris.
    Iris adalah selaput berwarna hitam, biru, atau coklat yang berfungsi untuk mengatur besar kecilnya pupil. Warna inilah yang Anda lihat sebagai warna mata seseorang.
  4. Aquaeus Humour.
    Aquaeus humour merupakan cairan di depan lensa mata untuk membiaskan cahaya ke dalam mata.
  5. Otot Akomodasi.
    Otot akomodasi adalah otot yang menempel pada lensa mata dan berfungsi untuk mengatur tebal dan tipisnya lensa mata.
  6. Lensa Mata.
    Lensa mata berbentuk cembung, berserat, elastis, dan bening. Lensa ini berfungsi untuk membiaskan cahaya dari benda supaya terbentuk bayangan pada retina.
  7. Retina.
    Retina adalah bagian belakang mata yang berfungsi sebagai tempat terbentuknya bayangan.
  8. Vitreous Humour.
    Vitreous humour adalah cairan di dalam bola mata yang berfungsi untuk meneruskan cahaya dari lensa ke retina.
  9. Bintik Kuning.
    Bintik kuning adalah bagian dari retina yang berfungsi sebagai tempat terbentuknya bayangan yang jelas.
  10. Bintik Buta.
    Bintik buta adalah bagian dari retina yang apabila bayangan jatuh pada bagian ini, maka bayangan tampak tidak jelas atau kabur.
  11. Saraf Mata.
    Saraf mata befungsi untuk meneruskan rangsangan bayangan dari retina menuju ke otak.

Lalu bagaimana proses terlihatnya suatu benda oleh mata? Benda yang berada disekitar kita memantulkan cahaya. Cahaya tersebut masuk kedalam mata melalui pupil. Intensitas cahaya yang masuk ke mata diatur oleh pupil,
yakni celah lingkaran yang dibentuk oleh iris.  Setelah melewati pupil, cahaya masuk ke lensa mata. Lensa mata ini berfungsi untuk membentuk bayangan nyata sedemikian sehingga jatuh tepat di retina. Bayangan yang ditangkap retina bersifat nyata dan terbalik. Bayangan ini kemudian disampaikan ke otak melalui syaraf optik dan diatur sehingga manusia mendapatkan kesan melihat benda dalam kondisi tegak.

Mata sebagai salah satu contoh alat-alat optik memiliki daya akomodasi, yakni kemampuan untuk mengubah-ubah jarak fokus lensa mata sehingga bayangan benda yang dilihat selalu jatuh tepat di retina. Jarak fokus lensa mata diubah dengan cara mengatur ketebalannya (menipis atau menebal) yang dilakukan oleh otot siliar. Daya akomodasi ini memungkinkan mata dapat melihat dengan jelas setiap benda yang dilihatnya, meskipun jaraknya berbeda-beda di depan mata.

Jika daya akomodasi mata sudah lemah, maka mata akan mengalami yang dinamakan dengan cacat mata. Mata yang jangkauan pandangnya tidak sama dengan jangkauan pandang mata normal disebut mata cacat, yang terdiri dari miopi, hipermetropi, dan presbiopi.

Kamera

Alat optik yang kedua adalah kamera. Secara umum prinsip kerja kamera menyerupai prinsip kerja mata. Elemen-elemen dasar dari kamera adalah lensa yang merupakan sebuah lensa cembung, celah diafragma, dan film (pelat sensitif). Sedangkan pada mata Pada mata, ketiga elemen dasar ini menyerupai lensa mata (lensa cembung), iris (celah diafragma), dan retina (film).

Perlu sahabat ketahui fungsi dari bagian-bagian kamera hampir mirip dengan bagian-bagianyang terdapat pada mata. Lensa cembung berfungsi untuk membentuk bayangan benda, celah diafragma berfungsi untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk, dan film berfungsi untuk menangkap bayangan yang dibentuk lensa. Film terbuat
dari bahan yang mengandung zat kimia yang sensitif terhadap cahaya (berubah ketika cahaya mengenai bahan
tersebut).

Lalu bagaimana prinsip kerja kamera? Berikut ini cara kerja kamera: Objek yang hendak difoto harus berada
di depan lensa. Ketika diafragma dibuka, cahaya yang melewati objek masuk melalui celah diafragma menuju lensa mata. Lensa mata akan membentuk bayangan benda. Supaya bayangan benda tepat jatuh pada film dengan jelas maka letak lensa harus digeser-geser mendekati atau menjauhi film. Mengeser-geser lensa pada kamera, seperti mengatur jarak fokus lensa pada mata (akomodasi).

Lup (Kaca Pembesar)

Alat optik yang ketiga adalah lup atau sering dikenal dengan kaca pembesar. Lup atau kaca pembesar adalah lensa cembung yang difungsikan untuk melihat benda-benda kecil sehingga tampak lebih jelas dan besar. Penggunaan lup sebagai kaca pembesar bermula dari kenyataan bahwa objek yang ukurannya sama akan terlihat berbeda oleh mata ketika jaraknya ke mata berbeda. Semakin dekat ke mata, semakin besar objek tersebut dapat dilihat. Sebaliknya, semakin jauh ke mata, semakin kecil objek tersebut dapat dilihat. Masa ia sih? coba kalian coba eksperimen sederhana berikut ini coba lihat sebuah pensil dengan cara 25 cm dan 50 cm di depan mata. Bagaimana bentuk benda tersebut yang anda lihat? Sebuah pensil ketika dilihat pada jarak 25 cm akan tampak dua kali lebih besar daripada ketika dilihat pada jarak 50 cm. Hal ini terjadi karena sudut pandang mata terhadap objek yang berada pada jarak 25 cm dua kali dari objek yang berjarak 50 cm.

Mikroskop

Mikroskop adalah alat yang memiliki fungsi yang sama dengan lup yaitu digunakan untuk melihat benda-benda kecil agar tampak jelas dan besar. Kelebihannya adalah melihat benda yang jauh lebih kecil. Mikroskop terdiri atas dua buah lensa cembung. Lensa yang dekat dengan benda yang diamati (objek) disebut lensa objektif dan lensa yang dekat dengan pengamat disebut lensa okuler. Mikroskop yang memiliki dua lensa disebut mikroskop cahaya lensa ganda.

Karena mikroskop terdiri atas dua lensa positif, maka lensa objektifnya dibuat lebih kuat daripada lensa okuler (fokus lensa objektif lebih pendek daripada fokus lensa okuler). Hal ini dimaksudkan agar benda yang diamati kelihatan sangat besar dan mikroskop dapat dibuat lebih praktis (lebih pendek).

Untuk memperoleh bayangan yang jelas, Anda dapat menggeser lensa okuler dengan memutar tombol pengatur. Supaya bayangan terlihat terang, di bawah objek diletakkan sebuah cermin cekung yang berfungsi untuk
mengumpulkan cahaya dan diarahkan pada objek. Ada dua cara dalam menggunakan mikroskop, yaitu dengan mata berakomodasi maksimum dan dengan mata tak berakomodasi.

Untuk lebih jelas lagi, silahkan amati dan perhatikan gambar di bawah ini:

Bagian-bagian mikroskop

Bagian-bagian mikroskop

Teropong

Teropong atau teleskop adalah alat yang digunakan untuk melihat benda-benda yang jauh agar tampak lebih jelas dan dekat. Ditinjau dari objeknya, teropong dibedakan menjadi dua, yaitu teropong bintang dan
teropong medan.

Teropong Bintang

Teropong bintang adalah teropong yang digunakan untuk melihat atau mengamati benda-benda langit, seperti bintang, planet, dan satelit. Orang juga mengenal teropong bintang dengan nama teropong astronomi. Ditinjau dari jalannya sinar, teropong bintang dibedakan menjadi dua, yaitu teropong bias dan teropong pantul.

Teropong Medan

Teropong medan digunakan untuk mengamati benda-benda yang jauh di permukaan bumi. Teropong bumi terdiri atas tiga lensa cembung, masing-masing sebagai lensa objektif, lensa pembalik, dan lensa okuler. Lensa pembalik hanya untuk membalikkan bayangan yang dibentuk lensa objektif, tidak untuk memperbesar bayangan. Teropong ini juga dikenal sebagai teropong bumi.

Teropong bumi atau medan sebenarnya sama dengan teropong bintang yang dilengkapi dengan lensa
pembalik.

Demikianlah jabaran singkat mengenai materi alat-alat optik fisika dikelas 10 semester 2. Semoga bermanfaat ya, jangan lupa bagikan kepada yang lainnya.

No Responses

Add Comment