Tata Nama Senyawa: Anorganik dan Organik

Materi.id|Tata Nama Senyawa| Halo sahabat MateriID, mengapa setiap benda dan mahluk hidup dimuka bumi ini diberi nama? Begitu pula dengan senyawa dalam materi kimia. Tata nama senyawa adalah salah satu materi kimia SMA kelas X kurikulum 2013 revisi 2017. Setiap senyawa kimia pastinya memiliki nama yang spesifik atau khusus sehingga dapat membedakan antar satu senyawa dengan yang lainnya. Tentunya untuk memudahkan dalam penamaan, tentu harus ada kesepakatan dan aturan yang mengatur dalam tata nama senyawa ini. IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry) adalah salah satu organisasi yang mengatur hal itu. Dalam Aturan yang sudah di tentukan IUPAC dalam penamaan senyawa kimia dibedakan untuk senyawa anorganik dan senyawa organik. Seperti apa penamaannya? Simak penjelasan berikut ini ya.

Tata Nama Senyawa Anorganik

Untuk memudahkan dalam penamaan suatu senyawa, senyawa pada umumnya dikelompokkan menjadi dua yaitu senyawa anorganik dan organik. Senyawa anorganik sendiri dibagi menjadi dua yaitu senyawa biner dan senyawa poliatomik. Senyawa biner adalah senyawa yang terdiri dari dua jenis unsur sedangkan poliatomik adalah senyawa yang terdiri lebih dari dua jenis unsur.

Tata Nama Senyawa Anorganik Biner

Berdasarkan penyusunnya, senyawa biner terdiri dari dua jenis yaitu yang terdiri atas

  1. Logam dan non logam
  2. nonlogam dan non logam

Logam dan NonLogam

Perlu sahabat ketahui bahwa jika senyawa biner terdiri atas atom logam dan nonlogam dimana atom logam yang hanya mempunyai satu macam muatan atau yang dikenal dengan bilangan oksidasi, maka namanya cukup dengan menyebut nama kation (logam) dan diikuti nama anionnya (nonlogam) dengan akhiran -ida. Perhatikan contoh berikut ini:

Nacl maka nama senyawanya Natrium Klorida

CaO maka namanya Kalsium Oksida

Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel berikut ini:

Tata Nama Senyawa

                                 Tata Nama Senyawa

Nonlogam dan Nonlogam

Lain halnya lagi jika atom logam yang bertindak sebagai kation yang memiliki lebih dari satu muatan atau bilangan oksidasi, maka nama senyawa diberikan dengan menyebut nama logam + (bilangan oksidasi logam) + anionnya (nonlogam) dengan akhiran -ida. Contohnya FeO yang dikenal dengan nama Besi (II) oksida. Berikut ini beberapa contoh yang akan dimuat didalam tabel.

Tata nama Senyawa Anorganik

Bagaimana jika senyawa biner terdiri dari atas atom nonlogam dan nonlogam? Maka penamaan senyawa biner tersebut dimulai dari nonlogam pertama kemudian diikuti nonlogam kedua dengan diberi akhiran –ida. Contoh HCL maka nama senyawa tersebut adalah Hidrogen Klorida. Perhatikan tabel berikut ini:

Tata nama senyawa nonlogam dengan non logam

Apabila dua jenis nonlogam tersebut dapat membentuk lebih dari satu macam senyawa, maka digunakan awalan yunani. Contohnya mono (1), di (2), tri (3) dan seterusnya. Contohnya CO dinamakan karbon monoksida, CO2 dinamakan Karbon dioksida

Awalan Yunani tata Nama Senyawa

Berikut ini contoh lain dari senyawa nonlogam yang dapat membentuk lebih dari dua jenis senyawa.

Tata nama senyawa biner

Tata Nama Senyawa Anorganik Poliatomik

Yang sudah kita ketahui bersama bahwa Senyawa anorganik poliatomik pada umumnya merupakan senyawa ion yang terbentuk dari kation monoatomik dengan anion poliatomik atau bisa juga terbentuk antara kation poliatomik dengan anion monoatomik/poliatomik. Dalam penamaan senyawa anorganik poliatomik dimulai dengan menyebut kation diikuti anionnya. Bagaimana, mudah bukan? Berikut ini beberapa contoh dalam penamaan tata nama senyawa anorganik poliatomik.

Tata Nama Senyawa Poliatomik

Tata Nama Senyawa Asam

Jika kita mengingat teori asam basa bahwa Senyawa asam dapat didefinisikan sebagai zat kimia yang dalam air melepas ion H+.  Contohnya HCl. Penamaan senyawa asam adalah dengan menyebut anionnya dan diawali kata asam. Contohnya HCl maka namanya adalah asam klorida. Berikut ini contoh beberapa senyawa asam.

Tata nama senyawa Asam

Tata Nama Senyawa Organik

Perlu sahabat ketahui bahwa jumlah senyawa organik yang sudah ditemukan sangat banyak dan tata nama senyawa organik lebih kompleks. Tata nama senyawa organik tidak dapat ditentukan dari rumus kimianya saja tetapi dari rumus struktur dan gugus fungsinya. Di sini hanya dibahas tata nama senyawa organik yang sederhana saja ya, lain kali kita akan membasanya karena senyawa organik secara khusus akan dibahas pada materi Hidrokarbon dan Senyawa Karbon.

Contoh dari senyawa organik adalah CH4, Senyawa ini diberinama dengan metana, C2H6 diberinama Etana. Untuk lebih jelasnya lagi perhatikan tabel berikut ini:

Tata Nama Senyawa organik

Demikianlah pembahasan lengkap kita tentang tata nama senyawa baik tata nama senyawa anorganik dan organik. Semoga anda semakin memahaminya.

Leave a Reply